Aldila Sutjiadi Bersiap ke Qatar usai Terhenti di area Babak Pertama Abu Dhabi Open 2024

Aldila Sutjiadi Bersiap ke Qatar usai Terhenti dalam area Babak Pertama Abu Dhabi Open 2024

Liputanfakta.net – Petenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi bersiap ke Qatar untuk mengikuti WTA 1000 Doha pasca kalah di area fase pertama ganda putri Abu Dhabi Open.

Aldila yang mana berpasangan dengan petenis Jepun Miyu Kato, kalah 3-6, 4-6 dari duo Amerika Serikat Bethanie Mattek Sands/Sofia Kenin pada fase pembuka kompetisi berlevel WTA 500 tersebut.

Kekalahan itu menandai pertama kalinya Aldila harus mengakui keunggulan Bethanie Mattek Sands setelahnya memenangi tiga pertemuan head to head mereka, yakni pada Auckland, Indian Wells, dan juga Charleston tahun lalu.

Meski begitu, Aldila/Kato sudah pernah menunjukkan perjuangan yang tersebut luar biasa dengan meraih peringkat juara pada Thailand Open beberapa hari sebelumnya.

Aldila mengakui bahwa merek belum mampu menampilkan performa terbaik mereka seperti pada waktu Thailand Open.

“Kami melakukan sejumlah kesalahan khususnya pada set pertama, lawan juga bermain bagus lalu solid, kondisi juga berangin,” kata Aldila di pernyataan tercatat yang digunakan diterima di dalam Jakarta, Kamis seperti dimuat Antara.

“Pada set kedua sebenarnya kami lebih besar baik, tapi telah terlambat,” kata dia.

Kekalahan yang dimaksud akan menjadi evaluasi bagi dirinya untuk mempersiapkan diri lebih tinggi baik pada turnamen berikutnya.

“Saya akan memperbaikinya pada kejuaraan berikutnya,” ujar Aldila.

Petenis berusia 28 tahun itu juga mengucapkan terima kasih terhadap pecinta tenis Indonesia berhadapan dengan dukungan yang diberikan, kemudian menegaskan bahwa dukungan yang disebutkan sangatlah berarti baginya di menghadapi tantangan selanjutnya.

Dengan jadwal perlombaan yang mana padat, Aldila/Kato pada saat ini berfokus pada persiapan untuk menghadapi Qatar Total Energies Open pada 11–17 Februari, kemudian WTA 1000 Dubai Duty Free Tennis Championships pada 18–24 Februari.

Jadwal yang mana padat yang dimaksud merupakan bentuk nyata dari perjuangan Aldila untuk Indonesia melalui cabang olahraga tenis, dengan menunjukkan komitmen kemudian dedikasinya untuk meraih keberhasilan pada tingkat internasional.