Kaesang Ngaku Sebal Sama Gibran Karena Sering Disuruh-suruh: Saya Buktikan 14 Februari Tak Coblos Mukanya

Kaesang Ngaku Sebal Sama Gibran Karena Sering Disuruh-suruh: Saya Buktikan 14 Februari Tak Coblos Mukanya

Liputanfakta.net – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep curhat di area hadapan kader lalu simpatisan PSI pada kampanye akbar di dalam Lapangan Temanggal, Desa Puwomartani, Wilayah Sleman, Yogyakarta, Hari Sabtu (27/1/2024) sore.

“Saya sebagai anak bungsu, senengane dikongkoni terus karo mase (sering disuruh-suruh terus mirip kakak). Jadi, saya itu kesel banget (sebal sekali). Jadi, nanti pada tanggal 14 Februari saya akan buktikan, saya akan coblos mukanya Mas Gibran. Jadi, Bapak, Ibu, saya minta tolong nanti mukanya Mas Gibran dicoblos ya,” kata Kaesang Pangarep.

Dalam kampanye akbar tersebut, ia berkelakar bahwa dirinya lebih banyak tampan daripada kakaknya, Gibran Rakabuming Raka, yang mana sekarang menjadi cawapres nomor urut 2.

“Bapak kemudian ibu semua, saya Kaesang Pangarep, saya bukanlah Mas Gibran. Mukanya beda. Jadi, tolong saya jangan dipanggil Mas Gibran akibat saya lebih lanjut ganteng, Bu. Mas Gibran ganteng, tetapi enggak seganteng saya,” katanya.

Ia menekankan agar penduduk Yogyakarta bersatu untuk menyukseskan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi presiden juga wapres di pemerintahan 2024—2029.

“Coblos mukanya Mas Gibran supaya Pak Prabowo dan juga Mas Gibran menjadi presiden serta wapres selanjutnya setelahnya Pak Jokowi ya,” katanya.

Putra bungsu Presiden RI Joko Widodo ini juga mengingatkan penduduk agar memberikan suaranya untuk caleg PSI di pemilihan raya 2024.

“Jangan lupa juga Partai Solidaritas Indonesia, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Solidaritas Indonesia,” katanya.

Kaesang lantas mengenalkan caleg-caleg PSI dari Daerah Pemilihan Yogyakarta pada pemilihan 2024.

Dalam kesempatan itu, ia juga memperlihatkan simulasi pencoblosan surat pengumuman untuk massa pendukungnya.

Seperti disampaikan KPU RI bahwa pemilihan raya 2024 disertai 18 partai kebijakan pemerintah nasional, yakni (sesuai dengan nomor urut) Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Buruh, kemudian Partai Gelora Indonesia.

Berikutnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hanura, Partai Garuda, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), kemudian Partai Ummat.

Selain itu, pemilihan raya 2024 juga dihadiri oleh enam partai kebijakan pemerintah lokal, yakni Partai Nanggroe Aceh, Partai Generasi Atjeh Beusaboh Tha’at lalu Taqwa, Partai Darul Aceh, Partai Aceh, Partai Adil Sejahtera Aceh, lalu Partai Soliditas Independen Rakyat Aceh.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan partisipan Pemilihan Umum Presiden kemudian Wakil Presiden (Pilpres) 2024, yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan juga Ganjar Pranowo-Mahfud Md. nomor urut 3.

KPU juga telah lama menetapkan masa kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, masa tenang pada tanggal 11—13 Februari, kemudian hari-H pemungutan pengumuman pada tanggal 14 Februari 2024. (Sumber: Antara)

(Sumber: Suara.com)