Bisnis  

Kronologi Korupsi Timah yang Menjerat Crazy Rich PIK hingga Harvey Moeis Suami Sandra Dewi

Kronologi Korupsi Timah yang mana Menjerat Crazy Rich PIK hingga Harvey Moeis Suami Sandra Dewi

JAKARTA – Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Area Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) kembali menetapkan 1 pemukim dituduh baru, yang tersebut terkait dengan perkara dugaan aktivitas pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 sampai dengan 2022.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Ketut Sumedana mengatakan, hingga ketika ini Tim Penyidik sudah memeriksa total 148 penduduk saksi di perkara ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan kemudian dikaitkan dengan alat bukti yang cukup, Tim Penyidik sudah pernah meninggal status 1 pemukim saksi berubah menjadi Tersangka yakni HM selaku Perwakilan PT RBT.

Peran Harvey Moeis

Adapun Harvey Moeis (HM) merupakan suami artis Sandra Dewi yang digunakan menjabat sebagai Presiden Komisaris perusahaan batu bara PT Multi Harapan Utama. Selain itu, HM juga dikabarkan miliki saham dalam banyak perusahaan batu bara lain, seperti PT Refined Bangka Tin, PT Sariwiguna Bina Sentosa, PT Stanindo Inti Perkasa, CV Venus Inti Perkasa, kemudian PT Tinindo Inter Nusa.

Beca Juga: Nasib PT Timah dalam Tengah Ketidakpastian Global: Harga serta Produksi Turun

Dikatakan Ketut, peran HM yaitu sebagai Perwakilan PT RBT menghubungi Tersangka MRPT alias RZ selaku Direktur Utama PT Timah Tbk dengan maksud untuk mengakomodir penambangan timah ilegal dalam wilayah IUP PT Timah Tbk pada 2018/2019 lalu.

Selanjutnya, berlangsung penghadapan antara Tersangka HM dengan Tersangka MRPT alias RZ, kemudian pasca beberapa kali pertarungan terbentuk kesepakatan kerja sewa-menyewa peralatan processing peleburan timah di wilayah IUP PT Timah Tbk, dimana Tersangka HM mengkondisikan agar smelter PT SIP, CV VIP, PT SBS, kemudian PT TIN mengikuti kegiatan tersebut.

“Kemudian terdakwa HM menginstruksikan untuk para pemilik smelter yang disebutkan untuk mengeluarkan keuntungan bagi Tersangka sendiri maupun para Tersangka lain yang digunakan telah dilakukan ditahan sebelumnya dengan dalih dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk Tersangka HM melalui PT QSE yang difasilitasi oleh Tersangka HLN,” tutur Ketut pada pernyataan resminya.

Ketut menyebutkan, pasal yang digunakan disangkakan untuk Tersangka HM adalah Pasal 2 Ayat (1) dan juga Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan juga ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan melawan Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Selanjutnya, Tersangka HM direalisasikan penangkapan di dalam Rumah Tahanan Negara Salemba Pusat Kejaksaan Negeri Ibukota Indonesia Selatan selama 20 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 27 Maret 2024 s/d 15 April 2024.

Harvey Moeis (HM) berubah menjadi terperiksa ke-16 pada pekara persoalan hukum yang dimaksud merugikan negara lantaran kecacatan lingkungan sebesar Rp271,06 triliun tersebut.

Kronologi Awal Kasus Timah

Timah awalnya terseret tindakan hukum korupsi setelahnya Kejagung menetapkan lima penduduk dituduh yang terkait dengan perkara dugaan tindakan pidana korupsi pada tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk. tahun 2015 hingga 2022. Salah satunya yaitu eks dirut PT Timah Tbk., Mochtar Riza Pahlevi Tabrani.

Artikel ini disadur dari Kronologi Korupsi Timah yang Menjerat Crazy Rich PIK hingga Harvey Moeis Suami Sandra Dewi