Mahfud Yakin Hakim MK Berani Ambil Keputusan Sikapi PHPU: Modalnya Hanya Satu, Berani

Mahfud Yakin Hakim MK Berani Ambil Keputusan Sikapi PHPU: Modalnya Hanya Satu, Berani

Liputanfakta.net – JAKARTA – Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD optimistis para hakim di tempat Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki keberanian mengambil tindakan monumental (landmark decision) di menyikapi permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2024.

Menurut dia, langkah monumental akan berdampak positif bagi MK di area berada dalam citra lembaga ini yang mana terpuruk di beberapa tahun terakhir. MK terpuruk dikarenakan ada hakim serta pegawai MK yang dimaksud dijeblokskan ke penjara lalu ada yang mana diberi sanksi Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) lantaran melanggar etik.

Padahal, pada tahun 2012 MK Indonesia termasuk 10 MK terbaik dalam dunia menurut Harvard Handbook karya Alex Tomsay. Buku itu mencatat MK Indonesia sebagai lembaga yudisial yang tersebut paling efektif.

“Saya harap MK sekarang ini bisa saja melakukan itu. Modalnya hanya sekali satu, berani. Apa yang mana ditakuti? Putusan kita serahkan untuk hakim,” ujar Mahfud, Hari Senin (25/3/2024).

Putusan PHPU MK akan menunjukkan pemanfaatan hukum yang digunakan harus dijunjung di bernegara. “Ini akan kita jadikan panggung teater untuk menunjukkan bahwa hukum itu seharusnya begini, bahwa moral mendasari setiap kegiatan penegakan hukum serta kegiatan kebijakan pemerintah bukanlah persoalan prosedur semata-mata,” ungkapnya.

Ketua MK periode 2008-2013 itu berharap para hakim dalam MK mempunyai kesadaran kemudian kemauan untuk menyebabkan putusan monumental pada berada dalam keraguan rakyat terhadap MK. Bahkan, Mahfud siap mengajukan bukti lalu saksi pada persidangan di area MK terkait sengketa PHPU Pilpres 2024.

Menurut dia, logika tuntutan atau permohonan yang dimaksud diajukan sangat kuat serta logis dan juga didukung fakta pengadilan sebelumnya dalam beberapa negara yang digunakan membatalkan hasil pemilu.

Mahfud menilai proses hukum dalam MK akan menjadi edukasi bagi umum agar masa depan tidaklah hilang kepercayaan generasi penerus bahwa jabatan urusan politik sulit diraih orang yang tersebut hanya sekali punya bakat serta keinginan.

“Kita tidaklah boleh membiarkan ada kesan di tempat mata generasi muda untuk menjadi Presiden, Wapres, anggota DPR, menteri, dan juga pejabat dapat ditempuh hanya sekali kalau ada kekuasaan atau dekat kekuasaan juga punya uang,” kata Mahfud.

“Kalau sekarang apabila tidak ada punya uang jangan berharap. Tidak dekat kekuasaan jangan berharap. Harus hilangkan kesan seperti ini sehingga nilai etik dan juga moral dibangun agar tak membahayakan masa depan kita,” sambungnya.