Makin Melek, Studi INDEF: Kampus UMKM Shopee Inisiatif Latihan Paling Populer

Makin Melek, Studi INDEF: Kampus UMKM Shopee Inisiatif Latihan Paling Populer

Liputanfakta.net – Perkembangan perusahaan digital di area Indonesia pada masa kini sudah berkembang makin pesat. Bahkan, sejumlah para pelaku UMKM yang dimaksud mulai mencoba untuk menyebabkan jualannya masuk ke perangkat lunak digital.

Berdasarkan riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dengan tajuk “Peran Sistem Digital terhadap Penguraian UMKM di dalam Indonesia”, kegiatan pelatihan UMKM yang diadakan oleh Shopee adalah inisiatif yang digunakan paling banyak diketahui oleh UMKM dibandingkan dengan inisiatif pelatihan UMKM dari e-commerce lainnya. Tiga acara pelatihan UMKM yang dimaksud paling sejumlah diketahui oleh para UMKM adalah Kampus UMKM (Ekspor) Shopee (25,98 persen), Inisiatif Ekspor Shopee (17,32 persen), serta Sekolah Kilat Seller Tokopedia (6,30 persen).

Berbagai inisiatif pelatihan UMKM yang dimaksud diselenggarakan oleh Shopee, Lazada lalu Tokopedia ini bertujuan untuk membantu UMKM semakin naik kelas, bahkan mampu menjangkau pangsa global. Melalui pelatihan tersebut, para pelaku UMKM dapat mempelajari topik yang tersebut paling dasar seperti memproduksi toko di dalam e-commerce, mengatur toko online, meningkatkan pesanan dengan menggunakan berbagai fasilitas juga acara kampanye, hingga cara menjangkau pembeli di tempat luar negeri.

Dalam riset INDEF juga mengungkapkan bahwa pemanfaatan jaringan digital di usaha dapat membantu para pelaku UMKM meningkatkan pendapatan industri kemudian menciptakan lapangan kerja baru.

Terlepas dari berbagai dampak positif tersebut, para pelaku UMKM di area lapangan nyatanya masih banyak menghadapi tantangan pada mengoptimalkan pemakaian jaringan digital. Beberapa tantangan utamanya adalah ketatnya persaingan antar pelaku usaha di sistem digital (96,46 persen) kemudian kurangnya keterampilan tenaga kerja di penyelenggaraan platform digital digital (83,46 persen).

Riza Damanik, Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Koperasi lalu UKM di Acara Transformasi UMKM Menggenggam Prospek Digital di area Tahun 2024. (Dok: Istimewa)
Riza Damanik, Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Koperasi serta UKM pada Acara Transformasi UMKM Menggenggam Prospek Digital dalam Tahun 2024. (Dok: Istimewa)

Data ini sejalan dengan Status Literasi Digital di dalam Indonesia 2023, hasil survei kolaborasi Kementerian Komunikasi kemudian Informatika (Kominfo) bersatu Katadata Insight Center (KIC), nilai total indeks literasi digital Indonesia pada 2023 baru berada di dalam level 3,65. Angka ini masih tergolong rendah untuk mencapai target indeks maksimal di area level 5.

Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga, Kementerian Koperasi lalu UKM, Riza Damanik mengatakan, kolaborasi antara pemerintah juga perusahaan digital yang ada untuk terus melakukan pendampingan pada menggalakkan inisiatif digitalisasi UMKM.

“Inisiatif kolaborasi dengan perusahaan seperti Shopee, Lazada dan juga lain-lain telah berjalan. Kami juga berjuang menggalakkan merek untuk semakin terlibat juga terlibat untuk terus melakukan pendampingan, selain yang sudah ada dilaksanakan oleh pemerintah. Kita berharap engagement-nya juga bisa jadi semakin besar,” jelas Riza Damanik.

Menurut Riza Damanik, upaya meningkatkan keahlian digital para pelaku UMKM memang sebenarnya membutuhkan kerja serupa dari semua pihak, termasuk pemerintah, sektor lapangan usaha hingga publik luas. Kehadiran acara pelatihan digital UMKM yang mana diadakan jaringan e-commerce ini tentunya dapat membantu pemerintah mengupayakan digitalisasi UMKM. Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Area Perekonomian Republik Indonesia, pemerintah pada waktu ini sedang memiliki target 50% UMKM digital pada tahun 2030.

(Sumber: Suara.com)