Tekno  

Menpan RB Minta Imigrasi Permudah TKA Masuk RI lewat Digitalisasi

Menpan RB Minta Imigrasi Permudah TKA Masuk RI lewat Digitalisasi

Liputanfakta.net – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara serta Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengajukan permohonan Dirjen Imigrasi untuk mempercepat digitalisasi. Ia memohon beberapa perangkat lunak keimigrasian yang digunakan dimiliki Kementerian Hukum juga HAM itu harus dilebur jadi satu.

“Ini menjadi bukti perubahan adalah kunci untuk melipatgandakan kinerja. Kementerian Hukum serta HAM harus sanggup menginteroperabilitaskan semua program menjadi satu,” ungkap Anas, diambil dari siaran pers Kementerian Komunikasi kemudian Informatika (Kominfo).

Beberapa jenis layanan keimigrasian pada waktu ini yakni paspor, visa, kemudian izin tinggal. Sebelum reformasi birokrasi digaungkan, mahal dan juga rumitnya birokrasi keimigrasian menyebabkan rendahnya jumlah keseluruhan orang maupun tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia.

Maka dari itu beliau menilai metamorfosis perlu diadakan di proses pengurusan visa lalu izin tinggal terbatas (VITAS/KITAS) bagi penanam modal asing melalui pola single phase, single process, atau proses satu tahap tuntas.

Pemohon dapat mengajukan permohonan sekaligus pada Kementerian Investasi/ Badan Kesepahaman Penanaman Modal (BKPM), kemudian BKPM dan juga Ditjen Imigrasi memverifikasi secara bersama. Izin selanjutnya dapat diterbitkan secara satu pintu oleh BKPM.

Anas juga mengupayakan pemangkasan birokrasi pada pengesahan dokumen Rencana Pemanfaatan Tenaga Kerja Mancanegara (RPTKA) oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

“Dengan mengeliminasi dua tahapan di proses pengurusan RPTKA, proses birokrasi dapat dipangkas dari yang digunakan sebelumnya 7 hari menjadi 3 hari saja,” ujar Menteri Anas.

Penyederhanaan layanan ini diharapkan ia dapat menarik minat pemodal untuk dapat berinvestasi pada Indonesia. Birokrasi simpel akan berdampak pada peningkatan konstruksi nasional, kemudian bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Kendati begitu, Anas mengapresiasi Dirjen Imigrasi yang digunakan sukses menerbitkan 5 jt paspor pada 2023. Kenaikan penerbitan paspor tahun 2023 meningkat sekitar 36 persen dibandingkan pada tahun 2022 yang mana jumlah total penerbitannya sebesar 3.878.904.

Kenaikan ini selain akibat mengenai mobilitas warga yang meningkat pasca-pandemi, tapi juga didorong oleh beberapa perubahan seperti Eazy Passport, Unit Layanan Percepatan Paspor, lalu Sameday Service.

Layanan keimigrasian sendiri didorong jadi salah satu yang akan diintegrasikan pada portal nasional pelayanan umum bersatu sembilan layanan prioritas yang ada.

(Sumber: Suara.com)