Bisnis  

Ojol Bukan Kategori Wajib Terima THR, Kadin Sebut Kemenaker Keliru

Ojol Bukan Kategori Wajib Terima THR, Kadin Sebut Kemenaker Keliru

Liputanfakta.net – JAKARTA – Wakil Ketua Umum Ketenagakerjaan KADIN Indonesia, Muhammad Hanif Dhakiri menilai pernyataan Kementerian Ketenagakerjaan mengenai ojek online atau Ojol harus diberikan Tunjangan Hari Raya ( THR ) adalah hal yang dimaksud keliru. Sebab menurutnya, para driver ojol hanya saja memiliki status kemitraan lalu masuk di kategori Pekerja di area Luar Hubungan Kerja.

Bukan termasuk pada pekerja lepas seperti yang mana diatur di Surat Edaran (SE) nomor M/2/HK.04/III/2024 tentang pemberian tunjangan hari raya (THR) keagamaan bagi pekerja atau buruh di area perusahaan.

“Bahwasanya pernyataan mengenai mitra pengemudi ojol masuk ke di cakupan SE nomor M/2/HK.04/III/2024 adalah pernyataan yang dimaksud kurang tepat,” ujar Hanif di keterangan resminya dikutipkan Kamis (21/3/2024).

Sehingga menurutnya para driver ojol tak wajib untuk menerima THR dikarenakan tiada masuk pada lingkup yang diatur pada Surat Edaran tersebut.

“Hubungan mitra pengemudi ojol dengan perusahaan perangkat lunak adalah hubungan kemitraan. Kemitraan masuk ke di kategori Pekerja dalam Luar Hubungan Kerja sehingga tak termasuk di kategori pekerja yang dimaksud wajib menerima THR,” lanjut Hanif.

Berangkat dari hambatan tersebut, Kadin mengimbau untuk penyedia perangkat lunak untuk meningkatkan program-program yang mana bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra utamanya mendekati hari raya idul fitri. Misalnya memberikan insentif tambahan bagi para mitra pengemudi yang digunakan tetap memperlihatkan bekerja pada periode libur Lebaran.

“Kami tetap saja menggalang upaya yang digunakan dijalankan semua pihak untuk meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi ojol khususnya menyambut hari raya Idul Fitri yang merupakan hari besar bagi seluruh umat Islam,” pungkasnya.