Penuhi Panggilan KPK, Kepala Bapanas Bantah Terlibat Korupsi SYL

Penuhi Panggilan KPK, Kepala Bapanas Bantah Terlibat Korupsi SYL

Liputanfakta.net – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tindakan hukum dugaan korupsi di dalam lingkungan Kementerian Keamanan (Kementan).

Arief mengakui kehadirannya ke Gedung Merah Putih KPK hari ini untuk diperiksa di perkara yang mana melibatkan  mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Tentang Pak SYL serta teman-teman dalam Kementerian Pertanian,” kata Arief dalam Gedung Merah Putih KPK, Ibukota Selatan, Hari Jumat (2/2/2024).

Tersangka Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah) usai menjalani pemeriksaan di tempat Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Tersangka Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah) usai menjalani pemeriksaan dalam Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pada kesempatan itu, ia mengaku bukan terlibat dengan dugaan korupsi SYL. Terlebih, sebab Kementan serta Bapanas merupakan dua institusi yang mana terpisah.

“Sebenarnya, Badan Pangan Nasional merupakan institusi terpisah dengan Kementerian Pertanian tapi kami hormati KPK,” ujar Arief.

Tak Hadiri Pemeriksaan

Sebelumnya, Arief dipanggil KPK pada Jumat, 26 Januari 2024 untuk persoalan hukum SYL tetapi beliau berhalangan hadir.

SYL resmi ditetapkan sebagai dituduh sama-sama Direktur Alat dan juga Mesin Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Hatta, juga Sekjen Kementan Kasdi Subagyono.

Ketiganya diduga melakukan korupsi merupakan pemerasan di jabatan bersama-sama menyalahgunakan kekuasaan dengan memaksa memberikan sesuatu untuk proses lelang jabatan, termasuk terlibat dan juga di pengadaan barang kemudian jasa, disertai penerimaan gratifikasi.

Tersangka Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah) menemui awak media usai menjalani pemeriksaan dalam Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (11/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Tersangka Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (tengah) menemui awak media usai menjalani pemeriksaan pada Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (11/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

SYL selaku menteri pada waktu itu, memerintahkan Hatta lalu Kasdi menarik setoran senilai Dolar Amerika 4.000-10.000 atau dirupiahkan Rp62,8 jt sampai Rp157,1 jt (Rp15.710 per dolar Negeri Paman Sam pada 11 Oktober 2023) setiap bulan dari pejabat unit eselon I kemudian eselon II di tempat Kementan.

Uang itu berasal dari dari realisasi anggaran Kementan yang mana di-mark up atau digelembungkan, juga setoran dari vendor yang tersebut mendapatkan proyek. Kasus korupsi yang mana menjerat Syahrul terjadi pada rentang waktu 2020-2023.

Temuan sementara KPK ketiga diduga menikmati dana sekitar Simbol Rupiah 13,9 miliar.

(Sumber: Suara.com)