Petugas Haji 2024 Laporkan Kemampuan Secara Digital via e-Penkin

Petugas Haji 2024 Laporkan Kemampuan Secara Digital via e-Penkin

Liputanfakta.net – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji ( PPIH ) Arab Saudi 1445 H/2024 M diwajibkan melakukan laporan kinerja secara digital via e-penkin pada aplikasi mobile petugas haji . Laporan kinerja digital itu sebagai spirit Kementerian Agama melanjutkan komitmen perubahan struktural digital.

Direktur Studi Lembaga Kajian Kurikulum kemudian Kebijakan Pendidikan Universitas Indonesia, Farhan Muntaha yang mana digandeng Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji lalu Umroh (PHU) Kementerian Agama untuk mengawal proses digitalisasi penilaian kinerja PPIH.

“Sebagaimana arahan Menteri Agama agar seluruh layanan Kementerian Agama, harus berbasis digital, maka selama menjadi PPIH semua laporan akan beralih berbasis digital melalui elektronik Penilaian Prestasi (e-Penkin),” terang Farhan pada hadapan 890 Kandidat PPIH Arab Saudi yang mana sedang mengikuti Bimtek di tempat Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (20/3/2024).

Dikatakan Farhan, e-Penkin yang mana terintegrasi pada perangkat lunak Petugas Haji ini diharapkan akan memudahkan penginputan hasil kinerja petugas. “Bapak Ibu cukup mengisi e-Penkin untuk meng-capture kinerja yang tersebut sudah ada dikerjakan. Selain itu, hal ini juga dapat membantu kelompok pemantau haji untuk melakukan konfirmasi kinerja bapak ibu,” kata Farhan.

Farhan menerangkan, pada e-Penkin akan dilaksanakan penilaian kinerja dan juga budaya kerja yang dimaksud skornya akan pergi dari setiap minggu.
“Skor Penkin akan pergi dari setiap minggu, siapa mengerjakan apa, siapa yg tiada mengisi akan mendapatkan peringatan keras dan juga akan ada verifikator yang tersebut akan menjamin kebenaran eviden yang telah dilakukan diunggah oleh petugas haji,” lanjutnya.

Terdapat lima tugas PPIH yang digunakan menjadi pedoman penilaian kinerja, yakni pembinaan, pelayanan, proteksi jemaah, pengendalian kemudian koordinasi. “Jika ada yang mana tidaklah berkinerja akan ada konsekuensi yang mana diterima oleh anggota PPIH. Salah satunya yaitu tak munculnya rekomendasi bagi PPIH tersebut, atau yang digunakan bersangkutan bisa saja masuk pada whitelist maupun blacklist pada penugasan penyelenggaraan ibadah haji,” sambungnya.

“Namun, bagi yang mana mendapat nilai di tempat menghadapi 75, akan mendapat sertifikat, sebagai apresiasi dari Kementerian Agama,” tutup Farhan disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh kandidat petugas haji.”