Bisnis  

PPN Naik Jadi 12%, DJP Ikuti Fatsun Politik kemudian Perekonomian Pemerintahan Baru

PPN Naik Jadi 12%, DJP Ikuti Fatsun Politik kemudian Perekonomian Pemerintahan Baru

Liputanfakta.net – JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak ( DJP ) Kementerian Keuangan atau Kemenkeu menegaskan, terkait kenaikan tarif Pajak Pertambahan Skor atau PPN 12% akan mempertimbangkan fatsun kebijakan pemerintah kemudian kondisi ekonomi.Dirjen Pajak, Suryo Utomo mengatakan, seperti yang dimaksud telah dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani, PPN 12% ini akan mengamati adanya transisi pemerintah baru.

“Namun berkenaan dengan adanya transisi pemerintahan oleh sebab itu perlu ada fatsun kebijakan pemerintah untuk mengkomunikasikan terkait dengan tarif PPN 12% ini,” kata Suryo di konferensi pers APBN KITA Edisi Maret 2024, Mulai Pekan (25/3/2024).

Adapun kenaikan PPN telah dilakukan diatur pada UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), bahwa kenaikan tarif PPN menjadi sebesar 12% diberlakukan sesuai jadwal pada 1 Januari 2025. Di sisi lain, pemerintah nantinya akan mengkaji kembali aturan PPN 12% ini sesuai kondisi ekonomi yang ada.

“Jadi disisi yang lain kita terus mengkaji kondisi ekonomi yang ada sekeliling dari kegiatan-kegiatan ekonomi yang mana berpengaruh terhadap peningkatan PPN ini kedepan,” ujar Suryo.

Dengan demikian, kebijakan PPN 12% masih jarak jauh dari kata tindakan resmi sebelum pemerintahan baru mulai berkuasa. “Jadi betul-betul kami masih mengawaitu perkembangannya akan seperti apa diskusi berikutnya,” pungkas Suryo.