Rizky Febian Ungkap Kemungkinan Menikah dengan Mahalini Meski Beda Agama, Bagaimana Hukumnya di Islam?

Rizky Febian Ungkap Kemungkinan Menikah dengan Mahalini Meski Beda Agama, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Liputanfakta.net – Setelah bertunangan pada Mei 2023 lalu, kelanjutan hubungan Rizky Febian juga Mahalini kerap dipertanyakan. Pasalnya, belum ada informasi mengenai pernikahan keduanya meskipun telah bertunangan hampir 1 tahun yang digunakan lalu.

Hal ini pun menciptakan warganet menduga kalau keduanya mengalami kendala lantaran perbedaan agama. Dan perbedaan agama inilah yang digunakan diyakini memproduksi keduanya belum kunjung menikah.

Baru-baru ini Rizky Febian secara blak-blakan menyatakan kalau perbedaan agama bukanlah masalah. Pasalnya, orang tua Mahalini sendiri juga sangat mengupayakan hubungan keduanya meskipun berbeda agama.

“Cuma gue senengnya dari keluarga merekan juga open minded buat hal itu. Apalagi orang tuanya tambahan memilih kebahagiaan anaknya lalu lainnya,” ucap Rizky Febian seperti diambil dari kanal Youtube Deddy Corbuzier pada Kamis (25/1/2024).

Rizky Febian lalu Mahalini sebenarnya telah membicarakan permasalahan perbedaan agama di tempat antara mereka itu sejak awal berpacaran. Namun, putra sulung komedian Sule ini mengungkapkan bahwa ia juga Mahalini ketika ini lebih banyak fokus untuk menjalani hubungan yang mana baik.

“Sebenernya kalau permasalahan itu (keyakinan) sangat sensitif buat kita, bener banget, masih tabu. Jadi kebetulan gue senengnya sebanding Lini tuh dari awal kita sudah ada membicarakan bahwa kita ingat kita mau jalani, tapi benteng terlalu tinggi,” beber Rizky Febian.

Perbedaan agama di tempat antara keduanya ini memang sebenarnya banyak menjadi perbincangan para penggemarnya. Beberapa menduga kalau Mahalini akan menjadi mualaf sebelum menikah. Sementara sebagian lainnya menduga kalau keduanya kemungkinan akan menikah meskipun berbeda agama.

Namun sebenarnya, bagaimana hukum menikah beda agama pada ajaran Islam?

Terkait menikah beda agama, Habib Jafar menjelaskan hambatan hal ini. Ia menyatakan bahwa untuk perempuan yang dimaksud beragama Islam menikah dengan pria non muslim adalah hal yang tersebut dilarang. Namun, hal ini berbeda untuk laki-laki muslim.

Habib Jafar mengatakan, manusia laki-laki muslim diperbolehkan menikahi perempuan non muslim. Namun, perempuan yang disebutkan harus seseorang ahlul kitab. Hal ini juga yang mana dilaksanakan khalifah Islam ketiga, yakni Usman bin Affan. Ia menikahi individu Kristen dari Kufah, yakni Nailah.

“Tapi kalau pria muslim boleh, asalkan perempuannya ahlul kitab. Artinya perempuannya kalau enggak Yahudi, Nasrani,” kata Habib Jafar di video yang diunggah dalam kanal Youtube Azka Corbuzier.

Meski demikian, bukanlah berarti pria muslim bebas menikahi non muslim begitu saja. Perempuan non muslim yang digunakan dinikahi ini harus dilihat dulu kalau mereka bukanlah pezina. Mereka juga harus menghormati Islam. Bahkan, perempuan ini diyakini atau memungkinkan masuk ke Islam.

“Makannya ada sayyidina Utsman, itu khalifah ketiga umat Islam, istrinya itu Nailah dari Kufah itu Kristen, tapi asalkan iman kita kuat, dan juga cewek itu cewek baik-baik juga bukanlah pezina, dan juga punya respect ke Islam. Dan kita yakini juga beliau akan masuk Islam,” jelas Habib Jafar.

Mengutip NU Online, menikah beda agama sendiri adalah larangan. Hal ini sudah pernah dijelaskan di Al Quran Surat al-Baqarah ayat 221 yang mana memiliki arti:

“Janganlah kalian menikahi wanita-wanita musyrik sehingga dia beriman. Sesungguhnya orang budak perempuan yang mu’min itu lebih besar baik daripada wanita musyrik bagaimanapun juga beliau menarik hatimu kemudian janganlah kalian menikahkan laki-laki musyrik (dengan wanita muslimah) sehingga merek beriman. Sesungguhnya budak laki-laki yang digunakan beriman itu lebih lanjut baik daripada orang musyrik sekalipun beliau menarik hatimu. Mereka itu meminta ke neraka, sedangkan Allah meminta ke surga kemudian ampunan dengan izinNya, kemudian Allah menjelaskan ayat-ayatnya untuk manusia agar merek mengambil pelajaran” (QS Al-Baqarah: 221).

Meski demikian, menurut Imam al-Syafi’i, pria muslim boleh menikahi wanita kitabiyah yang disebutkan apabila mereka itu beragama menurut Taurat serta Injil sebelum diturunkannya Al-Qur’an, juga merek tetap memperlihatkan beragama menurut kitab sucinya.

(Sumber: Suara.com)