Bisnis  

Summarecon dan juga SouthCity Penanaman Modal Lebih dari Simbol Rupiah 1 Ribu Miliar untuk Bangun Mal di tempat Kawasan SouthCity

Summarecon serta juga SouthCity Penanaman Modal Lebih dari Simbol Rupiah 1 Ribu Miliar untuk Bangun Mal dalam tempat Kawasan SouthCity

Liputanfakta.net – Dua developer besar yakni PT Setiawan Dwi Tunggal (SouthCity) serta PT Summarecon Agung Tbk melalui anak perusahaannya yaitu PT Summarecon Investment Property melakukan joint venture untuk memulai pembangunan mall seluas 6,4 hektare pada kawasan superblok SouthCity dengan nilai penanaman modal tambahan dari Rp1 triliun, guna memenuhi permintaan penghuni kawasan dan juga warga yang berada di tempat Pondok Cabe, Cinere, serta sekitarnya.

Lokasi pusat perdagangan ini sangat strategis, sebab berada tepat di dalam jantung dan juga jalan utama kawasan SouthCity yang mana menghubungkan area Pondok Cabe dan juga Cinere.

SouthCity merupakan superblok dengan luasan 57 hektare yang fokus untuk mengembangkan proyek apartemen, perumahan, ruko, lalu pusat komersial. Kawasan ini terletak di tempat lokasi yang tersebut prospektif sebagai penghubung antara Ibukota Indonesia Selatan, Cinere, dan juga Pondok Cabe.

Peony Tang, Direktur PT Setiawan Dwi Tunggal (SouthCity), mengatakan, untuk membangun  pusat perbelanjaan juga hiburan ini dibutuhkan lahan sekitar 6,4 hektare di dalam di kawasan SouthCity.

“Rencananya kompleks perbelanjaan ini akan dibangun dengan arsitektur kontemporer, dan juga miliki berbagai prasarana seperti pusat perbelanjaan dengan berbagai tenant,  bioskop, pusat hiburan keluarga, taman bermain anak, serta ruang terbuka hijau,” kata Peony ditulis Rabu (31/1/2024).

“Setelah lebih banyak dari dua tahun pembahasan, akhirnya kami menemukan partner yang memiliki values yang mana sebanding dengan SouthCity, yaitu fokus untuk mendirikan komunitas dengan biosfer hidup yang mana harmonis. Saya yakin kita dapat mendirikan partnership jangka panjang yang tersebut saling menguntungkan bagi PT Setiawan Dwi Tunggal dan juga PT Summarecon Investment Property.” Peony menambahkan.

Sementara itu, Alberto Sutejo, Sales & Marketing General Manager PT Setiawan Dwi Tunggal menyampaikan, bahwa kawasan SouthCity mempunyai peluang bursa yang digunakan besar dengan jumlah agregat penduduk yang tersebut terus meningkat. Adapun keberadaan kompleks perbelanjaan pada lokasi ini, selain dapat memenuhi permintaan penduduk terkait tempat liburan yang dimaksud lengkap kemudian modern, juga bisa jadi meningkatkan nilai properti kawasan dan juga menguntungkan rakyat sekitar akibat terciptanya lapangan kerja baru.

“Proyek ini juga akan meningkatkan nilai dari properti yang tersebut ada dalam SouthCity,” katanya. Di samping itu, menurut Alberto, ketika ini konsumen setiap saat mengutamakan hunian yang digunakan terjangkau dengan lingkungan sekitar yang mana hijau juga dekat dengan pusat Jakarta. Letak SouthCity sendiri mampu membantu mobilitas sehari-hari penghuni, lantaran dibekali dengan berbagai pilihan moda transportasi publik. Mulai dari RoyalTrans, juga adanya stasiun MRT Lebak Bulus lalu Fatmawati.

Tak semata-mata itu, SouthCity dikelilingi oleh tiga pintu tol sekaligus. Terdekat hanya sekali 2,5km, ada pintu Tol Limo (ruas Tol Cinere-Jagorawi) yang dimaksud baru dibuka bulan lalu. Selanjutnya berjarak 4km terdapat pintu Tol Pamulang (ruas Tol Serpong-Cinere) yang dapat menghubungkan penghuni untuk menuju Bandara Soekarno-Hatta pada waktu kurang dari 30 menit. Ketiga, ada pintu Tol Brigif (ruas Tol Depok-Antasari) yang digunakan dapat ditempuh dengan jarak sekitar 5km, sehingga memudahkan penghuni yang digunakan ingin bekerja atau beraktivitas di tempat CBD Sudirman dan juga sekitarnya.

Merujuk perkembangan behavior terkini, konsumen baik dari kalangan milenial, eksekutif muda, maupun market mature, akan fokus mengincar properti yang mana cocok dengan gaya hidup yang digunakan mengedepankan kepraktisan, kenyamanan, juga keamanan di beraktivitas sehari-hari. Kendati demikian, faktor lokasi lalu aksesibilitas masih menjadi pertimbangan utama bagi konsumen yang digunakan berencana membeli unit apartemen, dalam samping faktor unggulan lain seperti sarana juga nilai investasi.

Berkaca pada tren tersebut, Alberto yakin, SouthCity mampu menjadi pilihan properti yang mana tepat bagi end penggunan maupun investor.

“Apalagi dengan penambahan prasarana pusat perbelanjaan yang tersebut dapat menyokong value dari properti tersebut, sekaligus menjadi prasarana tambahan yang dimaksud sangat bermanfaat bagi pemilik properti,” pungkasnya.

(Sumber: Suara.com)